Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

Kereta-kereta kendaraan para sultan

Museum Kereta Keraton Ngayogyakarta terletak di kompleks Keraton Yogyakarta, tepatnya berada di bagian barat daya alun-alun utara. Museum ini memiliki koleksi lengkap kereta-kereta yang pernah dan masih digunakan oleh Raja dan kerabatnya hingga saat ini. Ada 22 unit kereta keraton yang dipamerkan di tempat yang memang menjadi garasi kereta keraton sejak berabad-abad silam ini. Ke 22 koleksi kereta tersebut berasal dari masa pemerintahan HB 1 (1755-1792) hingga HB VIII (1921-1939). Secara garis besar, kereta-kereta keraton tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni kereta yang di buat di dalam negeri dan kereta yang di buat di luar negeri (Belanda, Inggris, Jerman). Kereta-kereta tersebut ada yang merupakan hadiah dan ada pula yang memang sengaja dibuat untuk kepentingan kerajaan.

Di sekitar area Keraton Yogyakarta, terdapat satu museum khusus yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Museum itu adalah Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Bukan kereta uap atau kereta api yang menjadi koleksi museum ini, melainkan kereta kuda milik keraton Kasultanan Yogyakarta. Jika dibandingkan dengan jaman sekarang, kereta kuda milik keraton sebanding dengan plat nomor polisi Indonesia 1 dan Indonesia 2 yang dipakai Presidan dan Wakilnya.

Keberadaan Museum Kereta sudah dirintis pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII. Kereta koleksi museum ini telah berusia puluhan bahkan ada mencapai lebih dari seratus tahun. Beberapa masih digunakan dalam upacara-upacara kebesaran keraton. Yang tidak pernah digunakan umumnya karena pertimbangan usia dan sejarah yang pernah dilalui kereta-kereta tua itu.

Penamaan masing-masing kereta kuda tersebut seiring dengan kepercayaan orang-orang Jawa akan adanya roh atau kekuatan pada tiap benda. Lebih dari itu, penamaan dilakukan karena kereta-kereta tersebut telah banyak berjasa dan telah dianggap sebagai pusaka keraton. Kereta-kereta milik keraton tersebut masing-masing diberi nama dan memiliki kegunaan khusus.

Museum Kereta terletak masih dalam lingkungan Keraton Yogyakarta bagian barat daya alun-alun utara, tepatnya di Jalan Rotowijayan. Museum Kraton yang dibangun dengan arsitektur Jawa ini berada di atas tanah seluas 14.000 meter persegi. Saat ini, museum ini memiliki koleksi sebanyak 18 buah kereta kuda. Diantara koleksi tersebut, Kereta Nyai Jimat adalah yang paling dihormati.

Berdasarkan bentuknya, kereta-kereta milik keraton dibagi menjadi 3 jenis. Yang pertama adalah kereta atap terbuka dan beroda dua. Contoh dari kereta jenis ini adalah Kereta Kapolitan. Jenis kedua adalah kereta atap terbuka dan beroda empat, misalnya Kyai Jongwiyat dan semua kereta yang menggunakan nama Landower. Dan, jenis terakhir adalah kereta atap tertutup dan beroda empat, misalnya Nyai Jimat, Kyai Garudayaksa, dan Kyai Wimanaputra.

Bentuk kereta juga membedakan fungsi dan penggunanya. Kereta jenis pertama digunakan oleh Sultan untuk kendaraan rekreasi. Jenis kedua digunakan oleh beberapa kelompok terpandang seperti para pengawal sultan, rombongan penari keraton, dan para komandan prajurit keraton. Yang ketiga adalah kereta khusus Sultan dan keluarganya. Kyai Ratapralaya yang dibuat di kampung Rotowijayan adalah kereta jenazah khusus bagi Sultan yang sudah mangkat. Dalam sejarahnya, kereta ini baru digunakan dua kali.

Sebagai pusaka keraton, kereta-kereta tesebut juga mendapat penghormatan berupa acara Jamasan. Jamasan adalah kegiatan memandikan, memberi “makan” berupa sesaji, dan mendoakan doakan semua benda pusaka. Jamasan pusaka keraton selalu jatuh pada Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pertama tiap bulan Suro ( bulan pertama dalam kalender Jawa). Upacara jamasan pusaka Keraton Yogyakarta berlangsung di dua tempat yaitu di Gedong Pusaka dan di Museum Kereta Keraton Yogyayakarta.

Pelaksanaan jamasan pusaka di Museum kereta hanya khusus untuk kereta pusaka. Upacara jamasan kereta pusaka dipimpin oleh sesepuh abdi dalem keraton yang bertugas menjaga museum tersebut. Kereta yang wajib dijamasi tiap tahun adalah kereta Nyai Jimat. Kereta Nyai Jimat merupakan kereta kebesaran Sultan HB I sampai dengan Sultan HB IV yang dianggap sebagai sesepuh kereta-kereta yang lain. Kereta buatan Belanda tahun 1750an ini merupakan pemberian Gubernur Jenderal Jacob Mossel.

Tiap kali dilaksanakan Jamasan, Kereta Nyai Jimat harus selalu ditemani oleh sebuah kereta lain. Kereta yang menemani dipilih secara bergantian tiap tahunnya. Dalam acara jamasan itu, semua yang terlibat dalam upacara haruslah laki-laki dan mengenakan pakaian adat Yogyakarta lengkap dengan surjan dan blangkon. Karena unik dan hanya terjadi setahun sekali, upacara tradisional ini tentu bisa menjadi atraksi tersendiri bagi para turis.

Selain prosesi upacara, ada satu hal lagi yang unik dan menarik. Selama prosesi Jamasan itu, banyak penonton yang umumnya kaum tua berdesakan disekitar kereta pusaka. Mereka menunggu dengan sabar air bekas mencuci kereta, yang dalam bahasa setempat sering diistilahkan sebagai “ngalap berkah”. Hingga sekarang, masih banyak warga yang percaya bahwa air bekas cucian kereta berkhasiat memberi kesuburan bagi sawah, panjang umur, serta kesehatan. Bahkan tak sedikit yang membasuh wajah dengan air bekas cucian kereta yang mereka kumpulkan dari got di sekitar tempat upacara.


5 Ratings   (1 Komentar)

Alamat Jl. Alun Alun Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta
No telepon N/A
GPS koordinat 110.362702777778, -7.80543888888889
Hari operasional N/A
Jam operasional N/A
Harga tiket Tiket Masuk:Rp5.000, Izin Foto :RP1.000
Transportasi Mobil, motor, bus
  Peta Lokasi Wisata

Peta Lokasi Museum Kereta Keraton Yogyakarta

  Rute Lokasi Wisata

Rute menuju Museum Kereta Keraton Yogyakarta


Belum ada galeri untuk wisata Museum Kereta Keraton Yogyakarta.
Belum ada spot foto untuk wisata Museum Kereta Keraton Yogyakarta.
Belum ada cerita untuk wisata Museum Kereta Keraton Yogyakarta.

Review Spot Wisata

Museum Kereta Keraton Yogyakarta

5 Ratings   (1 Komentar)
5 Bintang
100%
1 Komentar
4 Bintang
0%
0 Komentar
3 Bintang
0%
0 Komentar
2 Bintang
0%
0 Komentar
1 Bintang
0%
0 Komentar


Login Spotunik

Review Terbaru Spot Wisata Museum Kereta Keraton Yogyakarta


  • (5 Ratings)

    Review Oleh : Anri Wahyu Cahyono

      23 Juli 2016 10:23:27

  Spot Wisata Sekitar

Tempat wisata sekitar Museum Kereta Keraton Yogyakarta

  • Taman Sari Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta
    (5 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Benteng Vredeburg Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
    (5 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Keraton Jl. Rotowijayan 1, Yogyakarta
    (5 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Oseng-Oseng Mercon Bu Narti Jl. KH ahmad Dahlan, Gang Purwodiningratan, Yogyakarta
    (0 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Pasar Beringharjo Jalan Pabringan, Pasar Beringharjo, Jl. Pabringan, Daerah Istimewa
    (3 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Malioboro Jl. Malioboro, Yogyakarta
    (4 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Taman Pintar Yogyakarta Jl. Panembahan Senopati 1-3, Yogyakarta
    (0 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Alun-Alun Kidul Jl. Alun-Alun Kidul Yogyakarta
    (0 Ratings)
      Lihat peta lokasi
  • Plengkung Gading Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
    (4 Ratings)
      Lihat peta lokasi